Sadarlah wahai diri
bangunlah duhai jiwa
Resah bukan berarti harus menyerah
masalah bukan berarti akan kalah
Diri, kita akan melangkah bersama bumbungan asa
Jiwa, kita akan berlari menjemput ridha-Nya
tenang, berdo'a dan bersabarlah
akan ada masa dan tempat yang telah digariskan-Nya
Jiwa, teruslah berlari
Tak usah melihat ke belakang
Tak usah menunggu dan berhenti
Buang saja, itu hanya duri di perjalanan
Tinggalkan saja, itu hanya jebakan dunia yang melenakan
Ingatlah, ada Allah dan hanya Allah
tempat abadi segala harap dan pinta
saat lelah, peluklah Allah
Biarkan Allah menilai hasil setiap usaha
Biarkan Allah menyeka keringat dan airmata
~Sejujurnya, aku sangat lelah~
Kamis, 17 Maret 2011
Selasa, 15 Maret 2011
Pencarian Hati
Aku, sendiri mencari cahaya pada perjalanan ini
Pada lampu-lampu desa yang menyesaki
gelap dan pekat
dalam pandangan semu tertaut
Kita bertemu dan mempertemukannya
cinta yang dilumuri tinta-tinta merah
pada kata-kata berarti namun tak bermakna
Mataku kian sembab, pedih
langkah goyah yang mulai mengiringi
dan lampu kecil yang memberiku jalan
masa lalu atau bara api di tangan
aku mencoba berlalu dan berjalan
tapi, dalam cahaya lampu kecil itu
satu bayangan menantiku
Kekhawatiranku lebih mencekam
dari kemunafikan yang ku jalani
tapi aku masih melangkah mencari
meski dari runtuhan lelah jiwa ini
Pada lampu-lampu desa yang menyesaki
gelap dan pekat
dalam pandangan semu tertaut
Kita bertemu dan mempertemukannya
cinta yang dilumuri tinta-tinta merah
pada kata-kata berarti namun tak bermakna
Mataku kian sembab, pedih
langkah goyah yang mulai mengiringi
dan lampu kecil yang memberiku jalan
masa lalu atau bara api di tangan
aku mencoba berlalu dan berjalan
tapi, dalam cahaya lampu kecil itu
satu bayangan menantiku
Kekhawatiranku lebih mencekam
dari kemunafikan yang ku jalani
tapi aku masih melangkah mencari
meski dari runtuhan lelah jiwa ini
Langganan:
Postingan (Atom)