Minggu, 11 November 2012
Love is The Game of Power and Manipulation of Emotions
Pekan lalu di rumah ibu, iseng membuka channel tv yang programnya K-Drama semua. Satu drama yang akhirnya aku tonton sampai habis, Seducing Mr. Perfect. Sebenarnya jalan cerita di film ini sudah bisa ditebak dari awal nonton, sebuah film comedy romantic. Meski jalan ceritanya sudah bisa ditebak, tapi tetap saja banyak pelajaran yang bisa diambil, pelajaran cinta untuk orang yang terpeleset di jalan pacaran… (xixixi)
Masih kucatat jelas dalam memori sebuah ungkapan dari Robin Heiden (nama aktor utama yang mengajari banyak hal tentang cinta) tentang “Love is the game of power and manipulation of emotions”. WOW…
Film ini menceritakan tentang seorang perempuan yang pacaran dan beberapa kali diputusin juga diperlakukan seperti sampah oleh mantan-mantannya. Lalu bertemu dengan seorang lelaki yang menjadi bos di tempatnya bekerja dan kemudian mengajari si perempuan dimana letak salahnya sehingga diputusin berkali-kali…salah perempuan itu adalah mencintai tanpa adanya self respect. Too much displays affection. Dimana selalu perempuan yang nelpon duluan dan yang lelaki yang selalu nutup telponnya duluan. Dimana perempuan yang selalu memberi hadiah. Inilah yang dikatakan pathetic…
Pelajarannya adalah…(ayo catetttt) harus STOP being pathetic, STOP being nice, STOP being care, give space and STOP being sensitive. Jangan tunjukkan secara berlebihan baik itu senyuman, pujian, sikap. Karena sama saja memberi pupuk ke “Ego” lelaki dan bikin besar kepala. Kalau”Ego” lelaki ini terlalu besar, pangkas rata dengan sedikit shock theraphy. Having sex is a big no…NO…Jika sex telah diberikan oleh perempuan, maka permainan cinta dianggap selesai. Lelakilah yang memenangkannya. Sementara perempuan harus menjadi sampah yang seenaknya dibuang oleh lelaki.
Si perempuan ini akhirnya mengikuti pelajaran tersebut, Ternyata...memang bener trik itu, mantannya treats her like trash anymore. Tapi perempuan sadar dan malah yang putusin pacarnya itu. Enak saja dikatakan sebagai kelinci kesayangan yang mau saja diperlakukan dan memberi apapun yang diinginkan sang lelaki…
Menurutku memang kenyataannya, kebanyakan perempuan tidak melihat percintaan itu sebagai game atau permainan yang harus dimenangkan. Perempuan lebih suka mencintai tanpa perhitungan, mencintai dengan jujur. Cinta yang membuatnya lebih senang memberi daripada menerima. Cinta yang tidak perlu ditahan atau ditutup-tutupi perasaannya dan lebih memilih menunjukkannya secara bebas. Tapi itulah salahnya, lelaki memanfaatkan kejujuran dan kebaikan perempuan. Dan aku masih ingat mimpi sang perempuan dalam film ini, si perempuan bertanya pada salah seorang mantan pacarnya kenapa mutusin dia. Si lelaki menjawab, bahwa perempuan itu terlalu baik untuknya. Kebaikan itulah penyebab putusnya hubungan tersebut. Mungkin pacaran baik-baik itu gak enak kali ya…(xixixi)
Yang penasaran, cari saja filmnya trus download…judulnya SEDUCING MR. PERFECT… :)
Tapi yang jelas bagiku, Islam telah mengajari banyak hal tentang CINTA. Cinta-Nya telah memberiku banyak cinta, cinta yang bukan sekedar permainan tetapi amanah, anugerah, nikmat yang hanya bisa dipetik dari syari’at Islam. Jika aku ingin diperlakukan seperti ratu oleh laki-laki, maka aku yang terlebih dahulu menyiapkan diri untuk bersikap seperti layaknya ratu…
Senin, 15 Oktober 2012
Ketika Aku Sakit
Bermula dari pagi kamis aku berangkat dari rumah, sengaja tidak ingin memakai kacamata. karena memang mataku masih sangat jelas dan terang, jadi jika memakai kacamata maka pasti pandangan mata akan kabur dan tentu saja merepotkan. Tetapi, mataku bermasalah dengan sinar matahari, sangat tidak tahan dengan silau. Jika keluar rumah tanpa kacamata dalam keadaan terik, maka bisa dipastikan juga akibatnya mata berkernyit, kening berkerut dan sudah dipastikan kepala yang terakhir mendapat bagiannya. Kepalaku sakit sekali, mulai hari kamis jam 10 pagi dan baru sembuh tadi malam menjelang dini hari. Sudah terlalu sering sakit kepala, tetapi baru kali ini sakit kepala yang begitu hebat dan lama. Hampir saja aku tidak bisa menahan sakit d kepalaku, hingga kamis malam menjelang maghrib, seluruh makanan dalam perut keluar dimuntahkan, gemetar dan terasa ingin pingsan. Apa boleh buat, akhirnya diputuskan untuk ke dokter. Dengan diantar oleh 2 orang akhwat, kamis ba'da maghrib meluncur ke YK Madira. Tiba jam 7 malam dan masih harus menunggu hingga jam 8.30 malam. Waktu yang kurasa begitu lama, bolak-balik ke toilet untuk muntah, juga rasanya benar-benar ingin pingsan. Seperti orang hamil saja. Jam 9 malam, dokternya baru ada. diperiksa tensi darah, katanya aku darah tinggi, 120/90. Ada percakapan yag kuanggap lucu saat dokter bertanya tentang keadaanku...
Dokter : Apa sering merasakan sakit kepala? | Saya : Iya sering... | Dokter : Kepalanya berdenyut atau berputar? | Saya : Sakit kepalanya berdenyut, pikiran di kepalanya berputar-putar... :D | Dokter : Belum menikah ya... | Saya : *nyengir*Kepalaku diputar-putar, dipukul-pukul, disuruh menggenggam erat tangan sang dokter sekuat tenagaku. Entahlah aku tidak tahu apa maksudnya... Oleh dokter tersebut diberi resep yang harus kutebus... Setelah diberi resep obat, aku masih harus melakukan pemeriksaan lebih lanjut lagi tetapi karena sudah terlalu malam maka diputuskan untuk diperiksa besoknya saja. Besoknya, rencana periksa ke YK Madira kembali dibatalkan. Akhirnya diantar berobat ke Puskesmas terdekat. Diperiksa tensi, kata dokternya tekanan darahnya rendah. Hebat ya, darahnya cepat sekali naik turun... Ditanya oleh dokter apa keluhanku, aku menjawab bahwa yang sakit hanya kepalaku. Dokternya malah berkata lambungku bermasalah, mag. Dan diberi obat mag, pereda mual, dan penambah nafsu makan. Aneh, yang sakit itu kepalaku, bukan mag!!! Mual pun karena sudah tidak tahan lagi dengan sakit kepala, hampir pingsan. Gejala pingsan memang muntah-muntah... Tanpa minum obat, aku hanya bisa menahan sakit dengan istirahat di tempat tidur. Hanya obat herba yang masih aku minum hingga sekarang. Obat yang terdiri dari Sari Kurma, Habbatussauda, dan Madu. Katanya itu bisa sebagai penambah nafsu makan, jika dikonsumsi secara rutin menjelang tidur, insyaAllah bisa gendut... :) Dalam sakitpun, masih begitu banyak nikmat-Nya yang aku rasakan. Dan yang pasti, kematian begitu dekat tanpa pernah menunggu taubatku. Banyak hikmah, banyak pelajaran, dan semoga menjadi kebaikan pada sabar menjalaninya. Berkali-kali ditelpon ibu untuk segera istirahat di rumah ibu saja, biar bisa diurus makannya... (malas makan soalnya :D) Dan pernah suatu malam, 12 panggilan tak terjawab dari ibu semuanya. Tidak sengaja tidak diangkat, karena HP tidak dipegang. Betapa khawatirnya beliau dengan keadaanku, pikirannya sudah kemana-mana saat tidak ada jawaban telponnya. Kangen ibu...kangen sepi lengang kampungku...
Langganan:
Postingan (Atom)




