Halaman

Assalamu'alaikum, have barokah day ;)
Tampilkan postingan dengan label Ngawur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngawur. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Maret 2011

Habis Masa Aktif

Beberapa minggu yang lalu, dalam sebuah kelas bahasa inggris yang aku ikuti, sang lecture entah mengapa secara tidak sengaja membahas hal di luar materi yang diajarkan. penyampaiannya disambut hangat oleh teman-teman, semua tertawa dan dibuat santai dari ketegangan belajar. Sang lecture memberitahu bahwa perempuan itu jika sudah berusia 25 tahun ke atas, maka laki-laki akan enggan untuk "mendekatinya". Laki-laki "akan" mencari perempuan yang usianya dibawah 25 tahun. Diibaratkannya bahwa perempuan-perempuan yang berusia 25 tahun ke atas itu "sudah habis masa aktif". Terang saja teman-teman, baik laki-laki maupun perempuan pada tertawa dan langsung melontarkan canda padaku, dengan mengatakan..."bentar lagi habis masa aktif tuh, segeralah sebelum habis..." Ku jawab saja, "habis masa aktif kan bisa isi ulang..."

Hmm... Teman, setelah membaca kalimat di atas, komentar apa yang akan kalian lontarkan?

Rabu, 03 November 2010

Sekelumit Resah

Tahukah engkah apa yang aku rasakah sekarang??? Resah??? Takut??? Harap???
Sepertinya semua rasa terkumpul saat ini. Sebuah keinginan yang sudah mulai menggebu untuk melangkah menuju perjalanan panjang yang lebih bermakna dan berkah.

Menikah...ya, aku ingin menikah. Tidak ada yang salah kan dengan pernyataanku? Semua orang pasti menginginkan hal tersebut, karena itu memang sunnah. Bahkan Rasulullah pun bersabda, "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)

Akhir-akhir ini, sedikit resah mulai menghantui pikiranku. Melihat teman-teman sebaya yang banyak sudah menikah, melihat adik yang sudah punya jundi, dan usia pun udah mulai beranjak....aahh, aku juga ingin.

Tapi ya Allah, aku tidak ingin menikah hanya karena alasan itu, hanya karena teman-teman sudah menikah. Tidak, dan bukan itu alasan yang membuat hati ini sangat merindukan sebuah pernikahan. Bukan karena candaan keluarga dan tetangga yang selalu bertanya kapan aku akan menikah, bukan karena aku sudah dipanggil "uwak" oleh keponakanku,bukan karena melihat teman yang dijemput oleh suaminya saat ada kegiatan, bukan....

Aku ingin menikah, dengan kesiapan iman dan luruskan niat. Seperti dalam sebuah buku yang pernah kubaca, "Bukankah untuk ibadah kita menikah?" Aku ingin seperti itu, aku ingin menikah dengan kekuatan ruh dalam jiwa.

Dan hari ini, kembali resah itu muncul lagi. Saat seorang teman sms yang mengabarkan kalau dia sudah menikah.

Allah, aku ingin menikah....

Kamis, 29 Juli 2010

Biarkan Gerimis Menyapa

Saat ingin menulis, kenapa koneksinya jadi lelet gini...jadi tambah pengen nangis :(. Aku begitu mengharapkannya, salahkah??? Tapi kenapa ada gerimis, aku tak ingin ada mendung menyelimuti hatiku, aku ingin diselimuti hangatnya sinar mentari dan indahnya cahaya rembulan. Bisakah engkau menjadi Mentari dan Rembulan di hatiku???

Cerita-ceritamu yang mengalir begitu indah,dari hati dan jiwamu yang indah, seakan mampu sirnakan semua kepenatan yang mendera raga dan bahkan lelahnya jiwa ini.

Bersambung aja deh nulisnya, mau nyoba nelpon lagi...kangen.

Rabu, 14 Juli 2010

Rinduku...

Rinduku...
Begitu sulit tuk ku palingkan dengan hal apapun
aku ingin bertemu, tapi mungkinkah dapat kujangkau?
aku hanya bisa nmenyapa dari jauhnya jarak yang memisahkan

Rindu...rindu...rindu
aku memanggilmu
begitu hebatnya rinduku padamu
hingga tiap helaan nafas
rasanya slalu ada bayang mayamu...

Seperti sebuah ungkapan :
"Ku peluk ia dengan sepenuh-penuh rindu namun terobatikah rindu setelah itu? ku kecup bibirnya demi melepaskan tuntutan gejolak hati namun ia justru semakin menjadi-jadi. sepertinya kegelisahan jiwa tak bisa terobati kecuali jika dua nyawa ini bertemu ( dalam ikatan suci )" ~ibnu Ar-Rumi~

Rabb, izinkan aku bertemu dalam ikatan suci...

Dhuha, 14 Juli 2010. 08.45 wib.

Kamis, 08 Juli 2010

Di antara Dua Hati

Ketika semuanya aku serahkan pada-Nya...
Ketika semuanya sudah aku ikhlaskan...
dan ketika aku sudah mengharapkan yang lain...
juga ketika aku sudah memutuskan menghapus jejakmu...

tiba-tiba engkau ingin datang kepadaku
meminta cintaku kembali, seperti dulu
tiba-tiba engkau mengatakan padaku
mengharap aku mengerti akan cemburumu....

Allah Maha membolak balikkan hati
Allah Maha memberi rasa di hati

Saat ini, semua perasaan itu sudah pergi
semua rasa itu sudah mati
bukan salahmu juga bukan salahku
namun inilah jalan untuk kita

Maaf, aku sudah memutuskan
aku tidak bisa lagi bersamamu
seperti mimpi yang pernah terucap dalam do'aku

Maaf, aku sudah memutuskan
aku ingin bahagia bersama rasa yang baru hadir
aku ingin meniti hari bersama mimpi yang lain

Saat ini, aku ingin jujur padamu
aku punya harapan pada yang lain
aku sudah punya impian bersama yang lain

Akhirnya...semoga engkau mendapatkan bidadari impian, bidadari yang akan menjaga keteguhan imanmu. Aku, inilah aku...yang masih berusaha mengejar gelar "bidadari". maafkan alasanku yang sama sekali tidak bisa kau terima.

Minggu, 23 Mei 2010

Tentang aku dan engkau...

Seseorang bertanya kepadaku, “Sudah siapkah aku menikah?” Hmm…langsung ku jawab, “Pertanyaan itu kan ku kembalikan, siapkah engkau menikahiku?”

Begitulah…aku hanya bisa menjawab itu. Aku belum berani menyatakan siap, karena saat ini aku masih kuliah. Jadi, siapkah engkau menerimaku?

Akhirnya, engkau pun mundur….ya, aku mengerti… 

Hmm…terkadang keinginan itu sangat menggebu,namun lagi-lagi belum berani menyatakan siap dan mungkin benar-benar belum siap. Tapi, Allah lebih tahu dari perkiraan aku sendiri…semoga ruhiyahku selalu siap untuk menikah,karena menurut seseorang persiapan ruhiyahlah yang terpenting. Dan semua tergantung dan kembali kepada niatnya…

Rasanya aku ingin mengatakan, “jangan menikah dulu, tunggu aku….” Tapi akhirnya, aku sadar dan kembali berpikir bahwa bukan nama mu yang tercatat di lauh mahfuz sebagai mujahid impianku…

Dia…siapakah dia yang tercatat di lauh mahfuz untuk menemaniku sama-sama berjuanng di jalan-Nya…untuk sama-sama membangun sebuah peradaban Islam….

Ah…istirahat dulu…takut jadi tambah ngawur….