Rinai hujan jatuh membasahi
Bulan ini November ingatkan kembali
Setahun lalu aku berjanji
Takkan ulangi satu dosa nafsu diri
Sampai dimanakah ku kini
Masih terjebak ku sadari
Siang dan malam terus berganti
Bagai angin berlalu tak bisa warnai
Terbelenggu hatiku ini
Sulit terbebas tak mengerti
Setiap kali ku mencoba berhenti
Dengan sungguhnya sesal dalam diri
Dan berapa lama ku jatuh lagi
Mungkin tak tegarnya niat hati
Hingga lagi lagi ku sesali
Oh Tuhan ampuni hamba-MU ini
Akankah November tahun nanti
Ku masih saja begini, jangan lagi.....
Kamis, 04 November 2010
Rabu, 03 November 2010
Sekelumit Resah
Tahukah engkah apa yang aku rasakah sekarang??? Resah??? Takut??? Harap???
Sepertinya semua rasa terkumpul saat ini. Sebuah keinginan yang sudah mulai menggebu untuk melangkah menuju perjalanan panjang yang lebih bermakna dan berkah.
Menikah...ya, aku ingin menikah. Tidak ada yang salah kan dengan pernyataanku? Semua orang pasti menginginkan hal tersebut, karena itu memang sunnah. Bahkan Rasulullah pun bersabda, "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
Akhir-akhir ini, sedikit resah mulai menghantui pikiranku. Melihat teman-teman sebaya yang banyak sudah menikah, melihat adik yang sudah punya jundi, dan usia pun udah mulai beranjak....aahh, aku juga ingin.
Tapi ya Allah, aku tidak ingin menikah hanya karena alasan itu, hanya karena teman-teman sudah menikah. Tidak, dan bukan itu alasan yang membuat hati ini sangat merindukan sebuah pernikahan. Bukan karena candaan keluarga dan tetangga yang selalu bertanya kapan aku akan menikah, bukan karena aku sudah dipanggil "uwak" oleh keponakanku,bukan karena melihat teman yang dijemput oleh suaminya saat ada kegiatan, bukan....
Aku ingin menikah, dengan kesiapan iman dan luruskan niat. Seperti dalam sebuah buku yang pernah kubaca, "Bukankah untuk ibadah kita menikah?" Aku ingin seperti itu, aku ingin menikah dengan kekuatan ruh dalam jiwa.
Dan hari ini, kembali resah itu muncul lagi. Saat seorang teman sms yang mengabarkan kalau dia sudah menikah.
Allah, aku ingin menikah....
Sepertinya semua rasa terkumpul saat ini. Sebuah keinginan yang sudah mulai menggebu untuk melangkah menuju perjalanan panjang yang lebih bermakna dan berkah.
Menikah...ya, aku ingin menikah. Tidak ada yang salah kan dengan pernyataanku? Semua orang pasti menginginkan hal tersebut, karena itu memang sunnah. Bahkan Rasulullah pun bersabda, "Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka,
bukan golonganku" (HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a.)
Akhir-akhir ini, sedikit resah mulai menghantui pikiranku. Melihat teman-teman sebaya yang banyak sudah menikah, melihat adik yang sudah punya jundi, dan usia pun udah mulai beranjak....aahh, aku juga ingin.
Tapi ya Allah, aku tidak ingin menikah hanya karena alasan itu, hanya karena teman-teman sudah menikah. Tidak, dan bukan itu alasan yang membuat hati ini sangat merindukan sebuah pernikahan. Bukan karena candaan keluarga dan tetangga yang selalu bertanya kapan aku akan menikah, bukan karena aku sudah dipanggil "uwak" oleh keponakanku,bukan karena melihat teman yang dijemput oleh suaminya saat ada kegiatan, bukan....
Aku ingin menikah, dengan kesiapan iman dan luruskan niat. Seperti dalam sebuah buku yang pernah kubaca, "Bukankah untuk ibadah kita menikah?" Aku ingin seperti itu, aku ingin menikah dengan kekuatan ruh dalam jiwa.
Dan hari ini, kembali resah itu muncul lagi. Saat seorang teman sms yang mengabarkan kalau dia sudah menikah.
Allah, aku ingin menikah....
Langganan:
Postingan (Atom)