Riang hati ini ketika ku bisa menyapa kau kembali
tapi di mana kau?
mengapa tak kau hiraukan inginku?
di mana kah kau?
Sapalah aku malam ini
ditengah kemilau surga dunia
ditengah hamparan harta
tahukah kau bahwa di sini
banyak sekali wajah dirimu...
Iringkanlah senyummu malam ini
seiring berdetaknya degup jantung
yang mengharapkanmu hinggap di hatiku
di antara bongkahan kelam relung jiwaku
iring-iringan airmata yang menyerupai tawa riang
tipuan semangat yang datang dan hilang
haruskah diri ini merenung
dan haruskah kehidupan ini hanya untuk merenung?
Selagi itu hamparan daun kaca terasa bening
berat menggelantungi ulu hati
ingin ini...ingin itu...kapan ini...kapan itu...
dan tahukah kau?
aku hanya ingin dirimu...
*jadi gimana malam ini....:( *
Kamis, 29 Juli 2010
Biarkan Gerimis Menyapa
Saat ingin menulis, kenapa koneksinya jadi lelet gini...jadi tambah pengen nangis :(. Aku begitu mengharapkannya, salahkah??? Tapi kenapa ada gerimis, aku tak ingin ada mendung menyelimuti hatiku, aku ingin diselimuti hangatnya sinar mentari dan indahnya cahaya rembulan. Bisakah engkau menjadi Mentari dan Rembulan di hatiku???
Cerita-ceritamu yang mengalir begitu indah,dari hati dan jiwamu yang indah, seakan mampu sirnakan semua kepenatan yang mendera raga dan bahkan lelahnya jiwa ini.
Bersambung aja deh nulisnya, mau nyoba nelpon lagi...kangen.
Cerita-ceritamu yang mengalir begitu indah,dari hati dan jiwamu yang indah, seakan mampu sirnakan semua kepenatan yang mendera raga dan bahkan lelahnya jiwa ini.
Bersambung aja deh nulisnya, mau nyoba nelpon lagi...kangen.
Langganan:
Postingan (Atom)