Teman,
izinkan aku bercerita tentang inginku
yang ingin menjadi sekuntum melati
Yang tumbuh di taman sunyi
Penuh kesederhanaan
yang mampu tebarkan wangi
Mewarnai dan menghiasi taman
Hingga tiada rasa sepi
Temanku,
Izinkan aku bercerita tentang kisahku
yang ingin menjadi sekuntum melati
Yang tumbuh di taman sunyi
Penuh Kebersahajaaan
Memancarkan jati diri
Warnai hari hiasi hati
Hingga berseri
Melati bunga berwana putih
Bukankah putih adalah lambang suci
Suci bagai pelita hati
Hati pada diri
Temanku,
Didik dan ajak jiwaku
Seperti kuntum melati
Yang tahu makna hakiki
Yang tak lupa arti putih suci
Hingga selalu harum mewangi...
Sabtu, 11 Desember 2010
Senin, 06 Desember 2010
Cahayakan Hatiku
Ku ingin berislam dengan kaffah dan beriman. Menjaga hatiku agar selalu condong pada cahaya keimanan. Aku tahu,jika hati baik itulah hati yang beriman.
Ku ingin berislam dengan kaffah, dan menerima ajakan untuk beriman agar bertambah keimananku. Bukankah jika hati baik, ia akan memenuhi panggilan iman dan berupaya untuk selalu menambahnya seperti dalam Firman Allah :
Ku ingin berislam dengan kaffah dan bertafakkur. Melepaskan hati agar hanya terikat pada Allah. Karena ku tahu, hati yang baik akan mengajakku untuk selalu memikirkan tentang diri, penciptaan langit, bumi, hidayah, mati, masa lalu dan masa depan, surga tempat yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang beriman. Dan nerakalah seburuk-buruk azab yang diberikan kepada orang yang hatinya tak tersentuh cahaya Islam.
Ajaklah aku berislam dengan kaffah agar aku beriman. Bahwa sifat dasar manusia itu pelupa, tapi beruntunglah jika hati baik dan selalu ingat kepada Allah, tidak buta.
Aku tahu bahwa jika hati memiliki sifat baik, ia akan bersinar, di mana cahaya keimanan akan memancarkan sinar bersih yang selanjutnya membuahkan amal shaleh. Sebaliknya apabila pijar cahaya itu melemah redup, bahkan mati, maka keadaan tidak akan berubah keuali terus berusaha menyalakannya dengan cahaya hidayah.
Akhirnya, ajaklah aku berislam dengan kaffah agar aku tahu bahwa hati itu tidak akan berubah baik kecuali apabila iman tumbuh dengan mantap dan mengakar di dalamnya.
Ku ingin berislam dengan kaffah, dan menerima ajakan untuk beriman agar bertambah keimananku. Bukankah jika hati baik, ia akan memenuhi panggilan iman dan berupaya untuk selalu menambahnya seperti dalam Firman Allah :
"Ya Tuhan kami, kami telah mendengar orang yang memanggil untuk beriman maka segera kami beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami, tutuplah kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang yag berbakti" (QS. 3: 193 )
Ku ingin berislam dengan kaffah dan bertafakkur. Melepaskan hati agar hanya terikat pada Allah. Karena ku tahu, hati yang baik akan mengajakku untuk selalu memikirkan tentang diri, penciptaan langit, bumi, hidayah, mati, masa lalu dan masa depan, surga tempat yang disediakan Allah untuk hamba-Nya yang beriman. Dan nerakalah seburuk-buruk azab yang diberikan kepada orang yang hatinya tak tersentuh cahaya Islam.
Ajaklah aku berislam dengan kaffah agar aku beriman. Bahwa sifat dasar manusia itu pelupa, tapi beruntunglah jika hati baik dan selalu ingat kepada Allah, tidak buta.
"Sesungguhnya orang bertaqwa apabila kena pengaruh syetan mereka cepat-cepat ingat, seketika itu juga mereka melihat" (QS. 7:201 )
Aku tahu bahwa jika hati memiliki sifat baik, ia akan bersinar, di mana cahaya keimanan akan memancarkan sinar bersih yang selanjutnya membuahkan amal shaleh. Sebaliknya apabila pijar cahaya itu melemah redup, bahkan mati, maka keadaan tidak akan berubah keuali terus berusaha menyalakannya dengan cahaya hidayah.
"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah apa yang ada pada suatu kaum, sehingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. 13:11)
Akhirnya, ajaklah aku berislam dengan kaffah agar aku tahu bahwa hati itu tidak akan berubah baik kecuali apabila iman tumbuh dengan mantap dan mengakar di dalamnya.
Langganan:
Postingan (Atom)